Sumber : https://www.dream.co.id/dinar/bukan-uang-ini-sebenarnya-diinginkan-milenial-di-tempat-kerja-180221z.html

Saat ini topik milenial merupakan topik yang hangat untuk diangkat dan dibicarakan oleh banyak pihak baik itu kalangan masyarakat, akademisi  bahkan teknokrat. Kemampuan generasi milenial untuk mengaktifkan diri mereka seiring dengan kemajuan teknologi sangatlah pesat di era saat ini dimana semuanya kini berbasis teknologi. Yang menjadi pertanyaan saat ini dan perlu dipahami oleh banyak pihak siapakah sebetulnya generasi milenial ?

Istilah generasi milenial memang saat ini sedang marak di telinga kita . Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua orang pakar yang merupakan ahil sejarah dan juga penulis yang berasal dari Amerika.Mereka adalah William Strauss dan Neil Howe yang telah menerbitkan banyak buku dimana beberapa bukunya mengangkat Millenial generation atau generasi Y yang juga akrab disebut generation me atau echo boomers.

Millenials yang juga disebut dengan generasi Y adalah suatu kelompok yang lahir setelah generasi X, dimana generasi ini lahir sekitar tahun 1980 sd 2000an. Dengan demikian generasi millennial ini adalah generasi yang berusia antara 17 sampai dengan 38 tahun. Milennial sendiri saat ini dianggap special dikarenakan generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka terampil dalam teknologi, sangat percaya diri, memiliki prestasi tinggi di tempat kerja sehingga membawa harapan tersendiri bagi tempat mereka bekerja.Milenials dibesarkan menerima banyak umpan balik sehingga mereka terbiasa dengan tingkat pujian dan dorongan yang dapat menciptakan kualitas kerja yang produktif di kalangan millennials. Perilaku mereka, pakaian yang mereka kenakan dan sikap mereka yang terkadang berbenturan dengan budaya perusahaan terkadang menciptakan kebingungan, ketakutan  di perusahaan yang memang tidak dapat dihindari.

Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi perusahaan dalam mengelola dan mempekerjakan para generasi millennials saat ini. Karena pendekatan dengan aturan yang sangat ketat bagi generasi ini dapat menciptakan efek yang sangat luar biasa dalam mengekang ruang gerak mereka untuk dapat berkreativitas dan bekerja secara optimal. Konsep ruang kerja yang nyaman dengan tidak mengekang generasi ini untuk berkreativitas serta aturan yang fleksibel dan tetap tegas dapat meningkatkan produktivitas generasi millennials dalam bekerja sehingga dapat menjaga kesehatan mental para generasi millennials .

Kesehatan mental generasi millennials di tempat kerja adalah hal yang dapat mempengaruhi produktivitas generasi millennials. Produktivitas para generasi milenialls yang menurun dapat mengakibatkan para generasi millennials ini mendadak hilang ketika jam kantor atau berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dalam waktu singkat (turnoff) karena ketidaknyaman mereka dalam bekerja di tempat bekerja mereka saat itu.

Tekanan kerja yang dihadapi oleh generasi millennials saat ini seperti tekanan psikologis jam kerja , kontrak kerja, jenjang karir, penggangguran dan perkembangan ekonomi dapat menimbulkan stress jangka panjang, kecemasan, depresi atau kualitas hidup yang rendah dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental bagi generasi milenials saat ini  karena tidak adanya keseimbangan dalam bekerja. Keseimbangan dalam bekerja diperlukan dalam pengelolaan stress kerja, manajemen waktu, dan keseimbangan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.

 

Penulis : Ivon Arisanti (Staf Pendidik FPsi UTS)

PROBLEMATIKA KESEHATAN MENTAL GENERASI MILENIAL DI TEMPAT KERJA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *