Hari Kesehatan Jiwa Dunia Fakultas Psikologi UTS

Keceriaan Dekan, Dosen, Staf beserta mahasiswa Psikologi dalam memperingati kegiatan.

Setiap tahunnya, 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Dunia atau World Mental Health Day. Peringatan ini digagas oleh Badan Kesehatan PBB, World Health Organization. Melalui peringatan Hari Kesehatan Jiwa Dunia, masyarakat diajak untuk kembali menyadari sebuah persoalan di masyarakat yang belum banyak mendapatkan perhatian, yaitu kesehatan jiwa.

Di Fakultas Psikologi, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), peringatan ini dikenal sebagai “Lebaran Psikologi”. Kegiatan lebaran ini bertujuan untuk meningkatkan awareness (kesadaran) civitas akademika UTS terhadap pentingnya kesehatan mental. Ratusan mahasiswa, staf dan dosen berkumpul di depan gedung fakultas psikologi untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tersebut.

Foto Dekan dan dosen Psikologi saat membagikan balon, cokelat kepada civitas akademika UTS di depan gedung Rektorat

Salahsatu  kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UTS dalam memperingati hari Kesehatan Jiwa Dinia ini adalah kampanye. Yaitu dengan cara mengunjungi setiap fakultas untuk membagikan bunga, balon dan coklat kepada para civitas akademika UTS. Dalam kampanye tersebut, Fakultas Psikologi juga memperkenalkan Pojok Curhat yang dapat digunakan oleh civitas akademika dalam peningkatan kesejahteraan psikologis.

Peduli Millenial, Tim Pengmas Fakultas Psikologi UTS ke SMA dan Kampus

Tim Pengmas (Dosen) Psikologi UTS memberikan materi terkait kesehatan mental pada pelajar

Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Teknologi Sumbawa (F.Psi UTS) mengadakan kegiatan Workshop Dukungan Psikologis Awal (DPA) sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2019. Kegiatan ini diselenggarakan bagi siswa-siswi SMA atau/sederajat dan mahasiswa di Sumbawa yang berlangsung pada 25 hingga 26 Oktober 2019. Adapun kegiatan ini diselenggarakan di SMAN 2 Sumbawa, SMKN 1 Sumbawa, MAN 1 Sumbawa dan Universitas Teknologi Sumbawa. 

Indonesia dan Dunia memperingati Hari Kesehatan Mental yang jatuh pada tanggal 10 Oktober setiap tahunnya. Pada tahun 2019 ini, peringatan hari kesehatan mental difokuskan pada promosi dan pencegahan bunuh diri. Data World Health Organization (WHO) yang menunjukan bahwa setiap 40 detik terdapat 1 orang di dunia yang meninggal akibat bunuh diri. Data tersebut juga menegaskan bahwa 79% kasus bunuh diri terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Indonesia sendiri korban bunuh diri didominasi dari kalangan generasi milenial (15-29 tahun). Fakultas Psikologi UTS sebagai satu-satunya fakultas psikologi di Provinsi Nusa Tenggara Barat mendukung adanya upaya promosi dan prevensi kasus bunuh diri dengan penguatan dukungan psikologis awal pada generasi milenial.

Dekan F.Psi UTS Yossy Dwi Erliana, M.Psi., Psikolog menuturkan, “Akhir-akhir ini kami cukup prihatin atas maraknya kasus bunuh diri di Sumbawa. Bahkan dalam proses merencanakan kegiatan ini saja, kami memperoleh dua berita tentang kasus bunuh diri yang terjadi pada pemuda di Sumbawa. Sebagai satu-satunya Fakultas Psikologi di Sumbawa, kami merasa memiliki tugas dan tanggung jawab moral dalam memberikan edukasi bagi masyarakat Sumbawa terkait betapa pentingnya menjaga kesehatan mental. Program Pengmas ini merupakan salah satu solusi nyata Fpsi UTS mengamalkan keilmuan di bidang psikologi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan bagi para milenial dalam menghadapi masa-masa sulit yang pasti ada dalam kehidupan. Kedepannya, kami berusaha dapat lebih banyak menjangkau masyarakat Sumbawa yang membutuhkan dukungan psikologis melalui Layanan Pojok Curhat dan Pusat Pengembangan Psikologi Terapan (P3T) di Fpsi UTS”.

Peduli Millenial, Tim Pengmas Fakultas Psikologi UTS ke SMA dan Kampus

Tim Pengmas (Dosen) Psikologi UTS memberikan materi terkait kesehatan mental pada pelajar

Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Teknologi Sumbawa (F.Psi UTS) mengadakan kegiatan Workshop Dukungan Psikologis Awal (DPA) sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2019. Kegiatan ini diselenggarakan bagi siswa-siswi SMA atau/sederajat dan mahasiswa di Sumbawa yang berlangsung pada 25 hingga 26 Oktober 2019. Adapun kegiatan ini diselenggarakan di SMAN 2 Sumbawa, SMKN 1 Sumbawa, MAN 1 Sumbawa dan Universitas Teknologi Sumbawa. 

Indonesia dan Dunia memperingati Hari Kesehatan Mental yang jatuh pada tanggal 10 Oktober setiap tahunnya. Pada tahun 2019 ini, peringatan hari kesehatan mental difokuskan pada promosi dan pencegahan bunuh diri. Data World Health Organization (WHO) yang menunjukan bahwa setiap 40 detik terdapat 1 orang di dunia yang meninggal akibat bunuh diri. Data tersebut juga menegaskan bahwa 79% kasus bunuh diri terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Indonesia sendiri korban bunuh diri didominasi dari kalangan generasi milenial (15-29 tahun). Fakultas Psikologi UTS sebagai satu-satunya fakultas psikologi di Provinsi Nusa Tenggara Barat mendukung adanya upaya promosi dan prevensi kasus bunuh diri dengan penguatan dukungan psikologis awal pada generasi milenial.

Dekan F.Psi UTS Yossy Dwi Erliana, M.Psi., Psikolog menuturkan, “Akhir-akhir ini kami cukup prihatin atas maraknya kasus bunuh diri di Sumbawa. Bahkan dalam proses merencanakan kegiatan ini saja, kami memperoleh dua berita tentang kasus bunuh diri yang terjadi pada pemuda di Sumbawa. Sebagai satu-satunya Fakultas Psikologi di Sumbawa, kami merasa memiliki tugas dan tanggung jawab moral dalam memberikan edukasi bagi masyarakat Sumbawa terkait betapa pentingnya menjaga kesehatan mental. Program Pengmas ini merupakan salah satu solusi nyata Fpsi UTS mengamalkan keilmuan di bidang psikologi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan bagi para milenial dalam menghadapi masa-masa sulit yang pasti ada dalam kehidupan. Kedepannya, kami berusaha dapat lebih banyak menjangkau masyarakat Sumbawa yang membutuhkan dukungan psikologis melalui Layanan Pojok Curhat dan Pusat Pengembangan Psikologi Terapan (P3T) di Fpsi UTS”.

Para peserta dalam kegiatan ini difasilitasi dapat menguasai teknik dukungan psikologis awal. Terdapat 3 tujuan utama dalam dukungan psikologis awal yakni mengenali masalah, mendengarkan dan berempati hingga mampu menghubungkan dengan profesional di bidang psikologi. Fasilitator dalam kegiatan ini merupakan staf pendidik Fpsi UTS yang memang berasal dari kalangan profesional di bidang psikologi yakni Imammul Insan, M.Si, Kusumasari K.H.D, M.Si, Efan Yudha Winata, M.Psi., Psikolog, dan Ayuning Atmasari, M.Psi., Psikolog. Kegiatan juga diselingi oleh games interaktif dan diskusi yang seru terkait pentingnya menjaga kesehatan mental.